Tujuh Unsur Kebudayaan: Religi/Keagamaan, Organisasi Masyarakat, Pengetahuan, Kebahasan, Kesenian, Mata Pencaharian Hidup, dan Teknologi Peralatan.
makalah ini berisi sejarah studi bahasa jawa
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan macam kata afektif, segi semantik kata afektif yang bersangkutan, segi fonologis kata afektif yang bersangkutan, dan penggunaan kata afektif yang bersangkutan.
Penelitian ini bertujuan merumuskan model model interferensi leksikal bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia, mencari ukuran kadar sifat keinterferensian kata kata bahasa Jawa yang menginterferensi dalam bahasa Indonesia di dalam rangka interferensi dan itegrasi kata kata itu dalam bahasa Indonesia, mencari sebab-sebab interferensi leksikal bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia, dan mencoba mengamati …
Buku itu membahas bunyi bahasa dari sudut tuturan yang dilengkapi dengan analisis kontrastif antara bunyi bahasa yang satu dengan yang lain serta 68 gambar, bagan, dan tabel. Buku tersebut disertai pula contoh-contoh kata yang diambil dari berbagai bahasa: Bahasa Indonesia, Nusantara (Aceh, Angkola, Semende,Kendayan, Banjar Hulu, Jawa, Jawa Kuna, Madura), Sabskerta, Inggris, dan Perancis.
Untuk mencapai tujuan penelitian, yakni mengetahui berbagai jenispengisi semantik pelengkap inti dalam kalimat-kalimat bahasa Jawa.
Berisi tentang ilmu yang menyelidiki bunyi bahasa dari sudut tuturan dengan disertai contoh kata yang diambil dari berbagai bahasa: bahasa Indonesia, Nusantara (seperti Aceh, Angkola, Semende, Kendayan, Banjar Hulu, Jawa, Jawa Kuna, Madura), Sansekerta, Inggris, dan Prancis
Pidato pengukuhan jabatan guru besar pada Fakultas Ilmu Buday UGM
Penelitian ini memerikan seluk-beluk sistem morfologi kata benda dan kata sifat bahasa Jawa.Perian itu mencakup ciri, bentuk, klasifikasi, makna, dan perubahan morfofonemik akibat proses morfologis kedua jenis kata tersebut. Ciri-ciri kata benda bahasa Jawa, tidak dapat dinegatifkan dengan kata ora tidak dan dapat bervalensi dengan kata penunjuk jumlah. Ciri-ciri kata sifat bahasa Jawa"
Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan sistem pemerlengkapan dalam bahasa Jawa, khususnya pemerlengkapan berupa klausa untuk mengetahui : 1. ciri-ciri verba yang membutuhkan klausa pemerlengkapan,2. bentuk-bentuk klausa pemerlengkapan,3. perbedaan pemakaian masing-masing penanda (konjungsi) dalam klausa pemerlengkapan.