Kajian ini menguraikan kearifan lokal komunitas nelayan di balik bahasa dan budaya Jawa masyarakat Kebumen secara etnolinguistis untuk mencermati fenomena kultural, ekologis, dan faktor demografis yang mencerminkan kearifan lokal nelayan, sistem pengetahuan (cognition system), yang berhubungan dengan pandangan dunia (world view), pandangan hidup (way of life), dan pola pikir mereka.
Makalah ini memuat beberapa tajuk yaitu (1) makna dan semantik dari aspek neuropsikolinguistik, (2) makna dan pragmatik dari aspek neuropsikolinguistik, serta (3) semantik dan pragmatik dari aspek neuropsikolinguistik: perbincangan dan tanggapan.
Penuturan bahasa Melayu dapat bersaing dengan negara lain diperlukan peningkatan daya kreativitasnya sebagai suatu wilayah. Bahasa ada kaitan dengan daya kreativitas dalam peningkatan produk ekonomi sebagai penjamin daya saing di daerah.
Dalam makalah iu dideskripsikan bahasa dan Budaya serumpun Melayu dalam arus asimilasi atau integrasi dengan bahasa dan budaya Melayu di Singapura.
Makalah itu, pembahasan difokuskan pada bahasa kebangsaan dalam konteks Negara Brunei Darussalam, yang meliputi hubungan antara bahasa kebangsaan dengan konsep pemartabatan, hubungan pemartabatan bahasa kebangsaan dengan peningkatan ketahanan budaya serumpun dan perkara-perkara yang berkaitan dengannya.
Naskah Rambang yang ditulis dengan huruf Jawa dan pegon ini, pada beberapa bagian terdapat kalimat dan kata-kata pengaruh dari Bahasa Arab. Dalam naskah Rambang terdapat pengajaran aqidah (teologi) yang mengacu kepada konsepsi teologi Asy'ariyah yang mengakui sifat-sifat dua puluh Allah. Dalam teks Rambang ditegaskan agar umat Islam berhati-hati dalam beraqidah. Lahirnya naskah Rambang ini kemu…