Kehadiran karya sastra terjemahan pada masa prakemerdekaan erat hubungannya dengan keberadaan Balai Pustaka. Segala bentuk penerbitan bertujuan untuk membangun pandangan masyarakat Jawa sesuai harapan Belanda melalui sastra Jawa terjemahan.
Penelitian bertujuan memperkaya model penelitian sastra Jawa modern, terutama dari segi analisis naratif terhadap cerita dongeng dalam majalah Jaya Baya tahun 1980 sampai dengan 1990.