Buku ini berisi tulisan Prihatmi tentang karya=karya Putu wijaya, dari cerita yang menggunakan tradisi realisme Bila Malam Bertambah Malam dan Pabrik; cerita yang tidak menggunakan tradisi realisme seperti "Telegram"
Prihatmi dalam buku ini mengajak para pembaca untuk lebih memahami karya sastra secara mendalam dari segi teknis, moral, dan psikologi. Karya -karya yang dipilih cukup mewakili ciri-ciri umum suatu karya, antara lain karya Mochtar Lubis, Nasjah djamin, Toha Mohtar, Umar Kayam, dan sebagainya.
Buku ini berisi tulisan Prihatmi tentang karya-karya Dini, mulai dari yang berisi kritik sosial, kisah cinta, tragedi rumah tangga, dunia pendidikan, dan lain-lain.
Diungkapkan kaitan antara peribahasa Jawa dan watak suku Jawa, peribahasa Jawa dan perilaku manusia Jawa, peribahasa Jawa dan sifat manusia Jawa, dan filsafat Jawa yang terkandung di dalam peribahasa Jawa.
Membahas 3 cerkan jawa, yaitu : Ngulandara, kumpulan cerpen Kidung Wengi Ing Gunung Gamping, dan Ketresnan kang Angker
Todorov menganggap fantasi sebagai genre yang berada diantara genre marvelous murni dan uncanny murni. Genre fantasi ada tiga macam yaitu (1) fantasi murni (pure fantastic) ;(2 ) fantasi yang ajaib (fantastic marvelous); (3) fantasi yang aneh (fantastic uncanny).