Buku ini berisi hasil alih aksara dari sastra lama yang mengisahkan perjalanan hidup Tajul Muluk (putra Raja Zainul Muluk) dari negeri Syarikatan yang menurut ahli nujum kelak akan menjadi raja besar dan ayahnya akan buta bila melihat dia.""
Buku hikayat nabi Musa ini mengisahkan betapa sukar dan beratnya perjuangan memberantas penyembahan berhala. Untuk menyakinkan kekeliruan menyembah berhala itu sering disertai dengan kekerasan dan mukjizat.
Buku ini berisi hasil alih aksara dari sastra lama yang mengisahkan perlawanan Cut Ali melawan Belanda.
Menceritakan mimpi seorang raja dan perebutan putri dan cerita-cerita sakti lainnya.
Buku ini berisi hasil alih aksara dari sastra lama yang mengisahkan perlawanan rakyat Aceh dalam melawan Belanda.
Buku bercerita mulai dari cerita seorang raja yang mula-mula tidak mempunyai anak, putri tujuh turun mandi dari kayangan hingga seorang putri yang hendak direbut oleh raja lain.
Merupakan kisah lanjutan dari Hikayat Banta Amat Ngon Nahuda Seukeuem 1
Cerita ini bersumber dari suatu roman klasik dari aceh berjudul Hikayat Putroe Gumbak Meuh yang terdiri dari 3729 bait. Dalam buku ini dibagi menjadi 11 judul.""
Diawali dengan terjadinya peperangan antara pasukan Kramawanda melawan pasukan Beureuma Diwa. Dengan dipimpin delapan orang raja, pasukan Cut Diwa Akah menggempur Kramawanda. Kramawanda tewas. Akhir cerita, Cut Diwa Akah diangkat menjadi raja Martagangsa dengan gelar Mangindra Diraja menggantikan ayahnya Diwa Laksana.