Buku itu merupakan disertasi karya Sri Ratna Saktimulya. Dalam buku tersebut antara lain diungkapkan, misalnya dari segi kualitas artistik karya-karya pada masa itu merupakan karya beriluminasi indah. Ajaran keutamaan yang dalam estetika Pakualaman disebut sestradi, secara eksplisit dimunculkan disegenap naskah.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur sastra lisan Semende, sehingga diperoleh informasi tentang latar belakang budaya masyarakat penuturnya, kedudukan dan peranan, serta jenis-jenis sastra lisan Semende.
Cariyos aneh-aneh adalah puisi yang hadir atas hasil pengangkatan dan perekonstruksian pembaca yang dituangkan ke suatu karya, sehingga pembaca yang sekaligus penggubah cerita Cariyos Aneh-Aneh tersebut menghasilkan karya baru.
Kamus ini berisi istilah-istilah bidang mikrobiologi disertai maknanya dalam bahasa Indonesia.
Penelitian itu mendeskripsikan unsur-unsur struktural roman Ni Woengkoek ing Bendho Growong.
Berisi tentang ajaran moral dalam masyarakat Jawa antara lain menjaga antara manusia dengan mengadakan upacara selamatan.
Buku itu mendeskripsikan tentang nilai-nilai edukatif.
Penelitian itu mengungkapkan nilai-nilai edukatif dalam Serat Cariyos Aneh-Aneh. Dilihat dari hadirnya rerenggan di setiap nomor cerita, keseluruhan dan bagian-bagiannya, merupakan satu kesatuan. Selain berfungsi sebagai pelipur lara, Serat Cariyos Aneh-Aneh juga berfungsi meningkatkan sifat utama manusia.