Tulisan ini memfokuskan penggunaan akronim berhomonim dalam bahasa Indonesia dengan permasalahan bagaimana bentuk akronim yang memanfaatkan kehomoniman, makna, dan jenis homonim yang terdapat dalam media massa (cetak, elektronik, sosial).
Dalam penelitian itu berisi gambaran pemakaian bahasa gaul di kalangan remaja Kota Bandung, pengaruh warna lokal bahasa Sunda dalam pemakaian bahasa gaul remaja Kota Bandung, karakteristik pemakaian bahasa gaul di kalangan remaja Kota Bandung, dan struktur pemakaian bahasa gaul dalam dua ragam yaitu lisan dan tulis.
Makalah ini memaparkan pemakaian antroponimi Indonesia, nama Tionghoa, dan nama gabungan keduanya dalam obituari; mengungkap antroponimi keturunan Tionghoa yang melebur dalam budaya setempat (Jawa, Sunda, dsb.); serta mengungkap kebertahanan antroponimi keturunan Tionghoa.
Makalah ini meninjau aspek kesantunan bahasa dalam kalangan pelajar Institusi Pengajian Tinggi (IPT) di Malaysia, khususnya dari sudut etnik dan gender. Data dianalisis menggunakan kaidah Discourse Completion Test (DCT) yang disesuaikan dengan Bebee et al. dan Nelson et.al (2002).
Makalah ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan keterbacaan soal ujian nasional bahasa Indonesia SD/MI berdasar kaidah bahasa Indonesia (keefektifan kalimat berdasarkan kebakuan dan ejaannya)
memaparkan pemakaian kata punten dan mangga dalam bahasa SMS, dan nilai kesantunannya.