Buku itu berisi tahap-tahap penyusunan kamus dwibahasa untuk pelajar SD/SLTP (A--L). Penyusunan kamus tersebut datanya diambil dari beberapa Bausastra Jawa yang kemudian pemilihan katanya disesuaikan dengan peruntukan kamus, yaitu untuk siswa sekolah dasar.
Buku ini mencoba memperkenalkan pendekatan resepsi sastra kepada pembaca: konsep tokoh-tokohnya, latar belakangnya, kaitannya dengan pendekatan-pendekatan lain, problematikanya, dan kritik terhadapnya.
Makalah ini berisi tentang bagaimana emosi, khususnya emosi MARAH dan kebudayaan serentak dikonseptualisasikan dalam metafora. Emosi dan kebudayaan merupakan wujud yang berhubungan, kebudayaan berperan membentuk emosi.
Membahas tentang perkembangan pemarkah aspek kompletif ‘habis’, pemarkah aspek anterior’sudah’, dan ‘telah’, dan pemarkah aspek perfektif –lah dalam bahasa Indonesia.
Buku ini berisi kumpulan puisi pilihan dan 3 buah essai tentang bahasa sajak di antara subjektivitas, situasi penciptaan sastra yang berpribadi, dan religiositas islam dalam sastra.
Novel itu mengungkap sisi lain hingar-bingar ketegangan yang sering terjadi antara Indonesia-Malaysia. Novel tersebut juga menguak fakta betapa rentan dan tidak berdayanya perempuan tatkala menghadapi berbagai kekerasan struktural yang terjadi pada masyarakat lokal, nasional maupun global.