Kidung Dreman menceritakan mulai dari awal penulisan yaitu pada hari jumat pon wuku Kulantir, yang bertepatan dengan hari ketujuh sebelum tilem. Kidung Dreman berisi tuntunan dan nasehat dalam hidup.
Adanya nilai kemanusiaan, perdamaian, kepemimpinan, etik, moral, budi pekerti, dan nilai baik buruk, dapat mempertinggi derajat kemanusiaan untuk menyatukan dalam merajut kemanusiaan.
Karya sastra “Kakawin minor” atau Carangan (berbahasa Bali) unsur-unsur komposisi estetika mahakawya Dandin masih tetap dimiliki criteria tersebut, walaupun pendalaman bagian-bagian itu tidak sesubur kakawin dan prosa (parwa) yang menjadi sumbernya. Karya sastra parikan menghilangkan berbagai perumitan dan pendalaman aspek estetika, mengacu kepada beberapa aspek saja sebagai komposisinya.