Thesis itu memerikan 1. bagian-bagian yang membangun struktur wacana pojok dan fungsi struktural yang disandang masing-masing bagian, 2. memerikan aspek-aspek situasi tutur wacana pojok, 3. memerikan penyebab, waktu kemunculan, dan upaya-upaya penciptaan humor dalam wacana pojok, serta 4. memerikan tipe-tipe wacana pojok.
Dalam artikel ini akan dilacak pelibatan atau diperhitungkannya konteks dalam kajian bahasa. Pelacakan ini dimulai dari fungsionalisme Praha sebagai aliran linguistik modern yang dapat disebut sebagai pelibat pertama. Pelacakan diakhiri pada analisis wacana kritis yang dapat disebut sebagai pendekatan termutakhir kajian wacana bahasa.
Konstruksi penguasa-pembatas ditemukan dalam tataran antarklausa. Konstruksi tersebut sesuai dengan pandangan teoritis Tata Bahasa Tagmemik dan didukung bukti empiris dalam pemakaian alamiah bahasa Indonesia.