berisi ajaran tentang kesusastraan Jawa dan hal-hal yang berhubungan dengan tembang sebagai pelajaran untuk siswa SLTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan cerita yang menampilkan tokoh 'Dewi Sri', sehingga orang bisa memetik manfaat yang berguna bagi kehidupan nyata.
Kresna digambarkan sebagai tokoh seorang raja sekaligus anggota masyarakat yang ambek paramarta,ambek raja binathara, dan ambek pinamakita yang selalu mendahulukan sesuatu yang penting, berbudi luhur, dan berjiwa besar.
Penelitian itu membahas tentang pertumbuhan dan perkembangan sastra Jawa selama satu abad. Novel Jawa yang terbit sebelum merdeka mengulah masalah pendidikan pribadi dalam kehidupan sosial dan pendidikan di sekolah. Sedangkan novel yang tumbuh dan hidup pada zaman kemerdekaan sebagian besar membicarakan masalah cinta remaja, perkawinan, penyelewengan, dan masalah kehidupan sosial.
Dalam kakawin Arjunawiwaha diperoleh adanya petunjuk, bahwa cerita Mintaraga bersumber pada cerita Kairataparwa dan Niwatakawayudhaparwa yang berbahasa Sanskerta. Perkembangan cerita menunjukan bahwa unsur cerita Mintaraga penting bagi aspek kehidupan masyarakat terutama kehidupan rohani yang mencakup moral, etika, dan kesusilaan.
Isi cerita serat Purwakandha merupakan hasil pengolahan cerita yang bersumber dari cerita Mahabarata, Ramayana, dan cerita lain melalui cerita Jawa kuno. Serat Purwakandha merupakan hasil penyaduran dalam arti tidak berpegang pada sumber tertulis yang pernah ada.
Berisi rangkuman cerita pewayangan bertokoh Pandawa yang terdiri dari Yudisthira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Tokoh Pandhawa itu diangkat untuk menyusun sebuah cerita yang dikaitkan dengan masalah cerita kelahiran, perkawinan, kematian, dan peristiwa lain yang mirip dengan peristiwa dalam masyarakat sesungguhnya.