Dalam kakawin Arjunawiwaha diperoleh adanya petunjuk, bahwa cerita Mintaraga bersumber pada cerita Kairataparwa dan Niwatakawayudhaparwa yang berbahasa Sanskerta. Perkembangan cerita menunjukan bahwa unsur cerita Mintaraga penting bagi aspek kehidupan masyarakat terutama kehidupan rohani yang mencakup moral, etika, dan kesusilaan.
Isi cerita serat Purwakandha merupakan hasil pengolahan cerita yang bersumber dari cerita Mahabarata, Ramayana, dan cerita lain melalui cerita Jawa kuno. Serat Purwakandha merupakan hasil penyaduran dalam arti tidak berpegang pada sumber tertulis yang pernah ada.
Berisi rangkuman cerita pewayangan bertokoh Pandawa yang terdiri dari Yudisthira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Tokoh Pandhawa itu diangkat untuk menyusun sebuah cerita yang dikaitkan dengan masalah cerita kelahiran, perkawinan, kematian, dan peristiwa lain yang mirip dengan peristiwa dalam masyarakat sesungguhnya.
Penelitian bertujuan mengangkat kegunaan salah satu aspek budaya pewayangan agar budaya yang terkandung di dalamnya diketahui dan diwarisi banyak orang, serta nilai-nilai yang dimiliki oleh tokoh-tokoh pewayangan dapat dipahami , dan yang baik-baik ditiru oleh masyarakat luas.