Penelitian itu, antara lain, memerikan segi-segi pemanfaatan bunyi-bunyi bahasa yang dipakai untuk mencapai sfek-efek tertentu dalam kepengarangan dan memerikan pemakaian gaya bahasa tertentu sesuai dengan latar sosial-budaya tertentu untuk mencapai efek-efek tertentu.
Srmula buku tersdebut berupa tesis dari penulis yang isinya menjelaskan persamaan dan perbedaan pola konstruksi frasa nomina bahasa Inggris dan bahasa Indonesia secara memadai.
Diungkapkan makna aspektualitas, khususnya makna aspektualitas bahasa Jawa yang meliputi cara pengungkapan makna aspektualitas pada tataran morfologi dan tataran sintaksis.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode content analysis (analisis isi).
Upaya kemampuan meningkatkan kemampuan mengapresiasi karya sastra terus menerus diikhtiarkan sebagai bentuk kepedulian terhadap karya sastra.
Baromabn karya Iyut Fitra adalah kumpulan puisi yang merefleksikan bagaimana peristiwa dan kondisi alam di daerah Minangkabau telah mengubah lingkungan, pola kehidupan serta cara pandang masyarakatnya.
Sebuah karya sastra tidak hadir atau dicipta karena kekosongan budaya termasuk semua konvensi dan tradisi di masyarakat. Oleh karena itu, karya sastra tidak dapat lepas dari hal-hal yang menjadi latar penciptaan tersebut, baik secara umum maupun khusus.
Buku ini terdiri dari dua bagian, bagian pertama membahas konsep-konsep dasar teori analisis wacana, dan bagian kedua menjelaskan praktik analisis wacana dengan berbagai pendekatan dan beragam objek kajian, yaitu wacana karya sastra, wacana media cetak, dan elektronik.
Berisi enam belas tulisan yang dikelompokkan menjadi tiga bagian. Keenam belas tulisan itu terdiri atas analisis wacana iklan (bagian pertama), analisis wacana lirik lagu (bagian kedua), dan wacana karya sastra (bagian ketiga).
Ada empat pola netralisasi kosakata, diantaranya dua atau lebih kosakata ngoko dinetralisasikan ke dalam satu kosakata krama, dua atau lebih kosakata ngoko yang berpadanan dengan dua atau lebih kosakata krama dinetralisasikan ke dalam satu kosakata krama inggil, demikian seterusnya. Secara empiris dan matematis, setiap kosakata krama dan krama inggil selalu berpadanan dengan satu atau lebih kos…