Novel ini menyajikan dua hal perspektif baru, yaitu pertama, konteks sufisme yang prototipenya bisa dirujuk ke Sunan Kalijaga, Syaikh Siti Jenar hingga ke ajaran tasawuf Ibn `Arabi. Kedua, secara epistemologis, sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu atau sering disebut juga dengan Sastra Hajendra Pangruwat Diyu/ilmu spiritual.
Buku kedua itu diceritakan mulai dari kembalinya Syaikh Siti Jenar dari Makkah, menyebarkan ajarannya hingga diangkat menjadi dewan wali.