Berdasarkan kategori, pemendekan terjadi pada kategori nomina, verba, numeralia, konjungsi, preposisi, adverbia, pronomina. Sedangkan pemendekan frasa terjadi pada frasa nomina, frasa verba, frasa pronomina, frasa adverbia, dan persandhian.
Buku ini berisi tentang deskripsi proses morfofonemis prefiks N-, fungsi prefiks N-, dan menjabarkan aneka jenis makna yang dinyatakan prefiks N- dalam bahasa Jawa.
Buku tersebut membahas ketidaktepatan penggunaan bahasa Indonesia dalam harian Kedaulatan Rakyat bulan Mei 1997 yang meliputi deskripsi ejaan, deskripsi kesalahan pemilihan kata, deskripsi kesalahan pembentukan kata, dan deskripsi kesalahan penyusunan kalimat dan paragraf yang sering terdapat di dalam Kedaulatan Rakyat serta bagaimana yang benar.
Mendeskripsikan penggunaan infiks -um atau -em/m- dalam bahasa Jawa. Selain itu, merinci proses morfologi infiks -um atau -em/m- pada bentuk atau kata dasar, serta kategori atau kata dasar yang dapat bersenyawa dengan infiks -um atau -em/m-. Menjabarkan fungsi infiks -um atau -em/m- dan berbagai makna infiks -um atau -em/m-.
Laporan penelitian ini berisi tentang deskripsi tentang berbagai jenis konstruksi dalam bahasa Jawa. Menurut tatarannya konstruksi posesif dalam bahasa Jawa meliputi tataran kata polimorfemik, tataran frasa, dan tataran klausa.
Dlam penelitian itu dikaji tema dan rema bahasa Jawa untuk memperoleh ciri-ciri sintaksis yang menggambarkan organisasi informasi dalam konteks pemakaian kalimat yang berkonstruksi.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh ciri-ciri sintaksis yang menggambarkan organisasi informasi dalam konteks pemakaian kalimat berkonstruksi tema-rema.
Dideskripsikan unsur-unsur pembentuk wacana fonologi, morfologi, dan sintakis; gaya bayasa dan diksi, alih kode, dan fungsi tuturan dalam wacana.
Dalam penelitian itu dideskripsikan beberapa hal, yaitu mengenai pendeskripsian akar kata yang bersifat ikonik, pendeskripsian akar kata yang bersifat ikonik yang dibentuk sebagai kata kompleks, dan pendeskripsian implikasi akar kata yang bersifat ikonik terhadap kamus Jawa-Jawa dan tata bahasa Jawa.
Dideskripsikan akar kata yang bersifat ikonik, akar kata yang bersifat ikonik yang dibentuk sebagai kata kompleks, dan alur kata yang bersifat ikonisitas implikasinya terhadap kamus Jawa-Jawa dan tatabahasa baku (kontemporer)