Berisi berbagai informasi tentang sastra Jawa prakemerdekaan, yaitu masalah pembabakan waktu, kepengarangan, penerbitan, kondisi sosial, pergeseran bahasa, dan jenis-jenis sastra modern. Berbagai informasi tersebut perlu disaring, difokuskan, dan ditata kembali sesuai dengan relevansinya.
Buku itu mengungkapkan dan menentukan batas-batas yang dianggap penting dalam penciptaan karya sastra. Yang paling dekat dengan penciptaan karya sastra adalah pengarang, penerbit, pembaca,dan tanggapan/kritik. Komunikasi antarelemen sistem sastra pada periode kemerdekaan secara implisit menggambarkan perjuangn lembga-lembaga atau perseorangan yang dicatat didalamnya selma harus berkomunikasi de…
Mendeskripsikan pembentukan kata dan pemilihan kata , dirinci menjadi tiga hal yaitu jenis afik dan macam kategori bentuk dasar yang dilekati berdasarkan kaidah morfologi, inventarisasi bentukan kata dalam bahasa Jawa, pemaparan kaidah pemilihan kata dalam bahasa Jawa atas dasar kebenaran, ketepatan, dan kelaziman.
Berisi paparan mengenai keberadaan studi sastra sepanjang sejarah dan sajian beberapa alternatif (10 model) studi sastra, mulai dari studi sosiologi versi Hippolyte Taine sampai pada model studi lanjutan yang dikembangkan oleh para strukturalis seperti Vladimir Propp, A.J. Greimas, Tzvetan Todorov, Roland Barthes, dan Levi-Strauss. Selain itu, dalam buku tersebut dipaparkan pula model studi dia…
Penelitian ini bertujuan menampilkan format sejarah sastra Jawa yang representatif bagi penyusunan sejarah sastra Jawa secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Penelitian ini bertujuan menampilkan format sejarah sastra Jawa yang representatif bagi penyusunan sejarah sastra Jawa secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Cerita tersebut terbentuk atas sembilan belas fungsi dan dua pola kejahatan. Tokoh uatama adalah Damarwulan dan Kencanawungu.
Tradisi kritik sastra Indonesia di Yogyakarta berkembang relatif baik dengan adanya beberapa ulasan atau pembicaraan mengenai sastra Indonesia dalam beberapa mediamasa yang terlibat di Yogyakarta. Namun pada kurun waktu 1945--1965 kualitas maupun kuantitas tradisi kritik sastra Indonesia yang berkembang di Yogyakarta belum sebaik dan sekuat tradisi kritik sastra pada kurun waktu sesudah 1965. H…