Buku ini berisi tentang eksplorasi teks akademik dalam berbagai genre makro, seperti laporan buku, proposal penelitian, proposal tugas akhir, laporan penelitian, artikel ilmiah, dan esai. Buku ini juga berisi tentang cara mengembangkan kemapuan berbicara akademik, khususnya dalam presentasi.
Buku ini dapat membantu kita dalam memahami aneka pepatah latin yang sering kita dengar atau kita baca.
Buku ini hendak memperkenalkan cerita Damarwulan versi Melayu, khususnya Syair Damarwulan dai segi ernaskahan dan pemaknaannya. Karya ini dikaji menggunakan teori struktualisme ala Levi-Strauss untuk mengetahui relasi-relasi sekaligus makna yang terkandung didalamnya.
Isi buku meliputi ketidaksesuaian materi yang terdapat dalam EYD, terutama pada tanda baca yang porsinya lebih banyak daripada dalam kurikulum. Juga materi pembentukan kata pada penyuluhan lebih luas daripada permintaan dalam kurikulum.
Dalam penelitian itu diteliti kohesi karakter, kohesi peristiwa, dan topikalisasi, baik pada tataran mikro. Sedangkan pada struktur makro diidentifikasi penanda episode, fungsi episode dan topik episode (subtema), yang digunakan untuk memaparkan superstruktur, yakni konfigurasi topik episode dalam membentuk keutuhan teks.
Penelitian ini mendeskripsikan bagian-bagian struktur kewacanaan dalam dongeng berbahasa Jawa yang meliputi aspek-aspek apa saja yang terdapat di dalamnya serta mendeskripsikan bentuk-bentuk kekohesifan sebagai penentu keutuhan sebuah wacana dongeng dalam bahasa Jawa.
Penelitian ini mendeskripsikan bagian-bagian struktur kewacanaan dalam dongeng berbahasa Jawa yang meliputi aspek-aspek apa saja yang terdapat di dalamnya serta mendeskripsikan bentuk-bentuk kekohesifan sebagai penentu keutuhan sebuah wacana dongeng dalam bahasa Jawa.
Penelitian bertujuan memerikan tentang bagaimana partisipan dalam wacana novel Kinanti, bagaimana strategi pengenalan tokohnya, bagaimana hubungan antartokohnya diciptakan, serta bagaimana kesinambungan tokohnya (strategi penyebutan kembali terhadap tokoh yang telah disebut.
Dideskripsikan bentuk-bentuk pemarkah yang dapat digunakan untuk mewujudkan kekohesian, kekoherensian, dan keterkaitan unsur-unsur tersebut dalam kepaduan wacana dalam wacana narasi Pupus Kang Pepes.
Penelitian ini memerikan elemen-elemen pokok dan jalinannya antara yang satu dengan yang lain, yaitu berupa strategi penampilan partisipan, jenis tutupan beserta karakteristiknya, dan koneksitas jenis tuturan.