Kisah anak-anak Indonesia khususnya anak-anak Bali yang hidup dalam keterbatasan , kemiskinan, juga jauh dari hingar bingar Bali yang katanya pulau surga itu. Mereka mendapatkan mimpinya dan membuktikan pada dunia bahwa keadaan apapun tidak dapat disalahkan.
Buku ini menceritakan bahwa Toro berjumpa dengan Ajeng, tetangga barunya. keluarga Ajeng memiliki seperangkat gamelan Jawa. Toro pun tertaik dengan salah satu gamelan yang disebut gong.
membahas tentang apa itu filologi, kedudukan filologi, sejarah filologi, teori filologi dan penerapannya, studi filologi
Wayang timplong merupakan seni wayang kayu yang dimungkinkan diilhami oleh wayang klitihik yang masih populer di Jawa Timur.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa manuskrip SDRD berisi tentang pengisahan cerita dongeng anak dan teks-teks lain sejumlah 87 kisah
Antologi ini merupakan hasil karya guru-guru mata pelajaran Bahasa Indonesia peserta Kelas Literasi dan Pembentukan Komunitas Baca yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa NTT di Kota Kupang.
Penelitian tersebut mengupas wacana berita ragam tulis dalam majalah berbahasa Jawa yang terdiri 3 bagian yakni pendahuluan, isi dan penutup.
Berisi pedoman ejaan bahasa Bali dengan huruf latin dan huruf Bali.
Buku ini memuat contoh kata dan kalimat (dicetak dengan huruf miring) yang disertai dengan terjemahan bahasa Indonesia.
Mengenai stuktur bahasa Ngadha, seperti struktur frasa, struktur klausa.