Berkisah tentang pengenalan si tokoh pada lingkungan sendiri dan dunia, sejauh pikirannya dapat menjangkaunya.
Dalam buku itu dikisahkan bagaimana keperwiraan seorang dalam revolusi pada akhirnya melunak ketika dihadapkan pada kenyataan sehari-hari, yaitu Ia menemukan ayahnya, seorang guru yang berbakti, sedang sakit TBC, anggota keluarganya yang miskin, rumah tuanya yang sudah tidak kuat lagi menahan arus waktu, dan menghadapi istri yang cerewet.
Roman ini semula terbit sebagai cerita bersambung dalam surat kabar Bintang Timur, merupakan roman revolusi semasa perjuangan bersenjata 1945 - 1950, mengisahkan pemuda-pemuda Indonesia yang rela membaktikan jiwa raga demi proklamasi kemerdekaan, dengan tokoh utama Larasati seorang wanita (bintang film tenar) yang dengan caranya sendiri memberikan diri dan segalanya demi revolusi.""
Buku ini berisi kumpulan esai, sajak, cerpen, dan beberapa karya Pramoedya Ananta Toer lainnya lengkap dengan komedi dan tragedinya.Dalam tulisan tersebut Pram menemukan pribadi yang polos, apa adanya dan belum terbebani oleh pesan ideologi tertentu. Pram tidak ubahnya pengarang yang menggelinding digiring oleh jiwa mudanya yang meraungkan citanya dalam pencarian arah hidup.