Merupakan buku yang memuat hasil suntingan dan alih aksara terhadap Babad Gianti.
Isi geguritan kebanyakan tentang kebobrokan sosial.
Sikap kerukunan dan menghargai harkat manusia merupakan landasan pemikiran Toha Mohtar dalam mengekspresikan novel tersebut.
Keempat orang yang dimaksud adalah R.T. Jasawidagda, Widi Widayat, St. Iesmaniasita, Tamsir Ariesoebagyo. Perbedaan karya mereka karena situasi zaman. Tetapi itu malah merupakan suatu keuntungan, karena sastra Jawa makin kaya dan makin bervariasi.
Model Snuchman tersebut sangat tepat dipergunakan oleh mahasiswa, karena model tersebut memerlukan penalaran yang matang dan berwawasan luas.