Serat Centhini adalah naskah sastra jawa yang isitimewa, meliputi sejarah, pendidikan, geografi, arsitektur, pengetahuan alam, filsafat, agama, tasawuf klenik, ramalan, sulap, kesaktian, perlambang, adat isitiadat tata upacara, tradisi, etika, psikologi, flora dan fauna, obat-obatan, makanan, seni, dan lain lain, bahkan sampai pada pengetahuan tentang senggama.
Serat Centhini adalah naskah sastra jawa yang isitimewa, meliputi sejarah, pendidikan, geografi, arsitektur, pengetahuan alam, filsafat, agama, tasawuf klenik, ramalan, sulap, kesaktian, perlambang, adat isitiadat tata upacara, tradisi, etika, psikologi, flora dan fauna, obat-obatan, makanan, seni, dan lain lain, bahkan sampai pada pengetahuan tentang senggama.
Serat Centhini adalah naskah sastra jawa yang isitimewa, meliputi sejarah, pendidikan, geografi, arsitektur, pengetahuan alam, filsafat, agama, tasawuf klenik, ramalan, sulap, kesaktian, perlambang, adat isitiadat tata upacara, tradisi, etika, psikologi, flora dan fauna, obat-obatan, makanan, seni, dan lain lain, bahkan sampai pada pengetahuan tentang senggama.
Serat Centhini adalah naskah sastra jawa yang isitimewa, meliputi sejarah, pendidikan, geografi, arsitektur, pengetahuan alam, filsafat, agama, tasawuf klenik, ramalan, sulap, kesaktian, perlambang, adat isitiadat tata upacara, tradisi, etika, psikologi, flora dan fauna, obat-obatan, makanan, seni, dan lain lain, bahkan sampai pada pengetahuan tentang senggama.
Penelitian bertujuan mengungkap isi yang tersirat dalam serat Wulang Estri . Didalamnya terdapat transliterasi dan terjemahan naskah yang telah ditentukan, kemudian ditinjau strukturnya yaitu dari segi tema, amanat, anjuran dan larangan yang terdapat dalam naskah tersebut.
Buku ini lengkap mengupas tentang rahasia diri manusia, dari tataran paling luar hingga dalam.
Dalam buku itu diidentifikasi karya sastra yang bagus dengan sembilan ciri dan karya sastra yang bagus dengan delapan ciri. Di samping itu dipaparkan pula mengenai prosa rekaan, kajian sastra,, dan hubungan sastra dan pendidikan serta telaah tentang kaitan sastrawan dengan karya sastra, pembaca, semestta, dan latar belakangnya.
Dalam novel "Isinga" ini, berbagai konstruksi gender dapat dilihat dari berbagai aspek dalam masyarakat maupun keluarga. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konstruksi gender adalah mitos, budaya patriarkhi, dan sistem kapitalis melingkari kehidupan masyarakat Papua.
Makalah ini menjabarkan mengenai peran thinthingan gamelan digital dalam meningkatkan motivasi menulis tembang macapat.
Buku Kerling: Antologi Krtik/Esai Bahasa dan Sastra memuat 59 tulisan: 21 esai tentang bahasa dan 38 esai tentang sastra atas berbagai peristiwa bahasa dan sastra di Indonesia.