Rangkaian kata dalam slogan bukan hanya sekadar kata yang tertulis, namun kata-kata tersebut memiliki makna semantis dan pragmatis (maksud). Slogan yang disampaikan cenderung mengemukakan hal-hal yang baik, kritis, dan bersifat sindiran.
Pengenalan budaya negeri sendiri yang beragam dengan menggunakan bahasa Indonesia, diharapkan masyarakat Indonesia dapat memahami ragam budaya daerah lain di luar daerahnya sendiri serta tidak menghadapinya sebagai suatu yang stereotip.
Secara garis besar membahas tentang kohesi peristiwa yang ditemukan dalam wacana naratif berbahasa Jawa dan ditemukan enam macam yakni sekuensial atau berurutan, kausalitas atau sebab-akibat, simultaneus atau bersamaan, adversatif atau pertentangan, referensial atau pengacuan, dan reversal atau pembalikan peristiwa.rn rn
Menyoroti isi ungkapan-ungkapan verbal yang disampaikan oleh masing-masing capres dan cawapres untuk dinilai kemampuan berkomunikasi mereka dalam menyampaikan ide dan aspirasinya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.rnrn
Berisi tentang strategi retorika yang dilakukan oleh calon Presiden Barack Obama dan calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kampanyenya. Retorika yang digunakan calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah retorika tradisional sedangkan calon Presiden Barack Obama menggunakan strategi narasi individual.rnrn
Berisi tentang pemaparan aspek nilai dan pemikiran untuk dijadikan pengajaran dan panduan hidup oleh para pengguna bahasa. Aspek nilai dan pemikiran yang terkandung dalam peribahasa dipaparkan mengikuti enam belas nilai murni yang terkandung dalam falsafah pendidikan negara.
Dalam makalah ini dipadukan pendekatan pragmatis dan kritis, menjadi “pragmatik kritis” karena dijumpai fenomena empiris yang tidak cukup dikaji hanya dengan pendekatan pragmatis.rnrn
Berisi tentang penjelasan frekuensi dan durasi bahasa Siladang pada modus deklaratif, modus imperatif dan modus interogatif dalam bahasa Siladang.
Makalah ini membahas tentang pergeseran kosakata atau beralihnya pilihan kosakata yang dituturkan oleh masyarakat penutur bahasa Jawa lokal di wilayah Bagelen, atau wilayah bahasa Jawa ngopak yang meliputi: Kebumen, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, dan Pemalang.