Dalam acara Badatang "melamar" terdapat penerapan maksim kebijaksanaan, maksim kedermawaan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan,maksim permufakatan, dan nmaksim kesimpatisan. Dalam acara ini juga terdapat penanda kesantunan, yaitu menyampaikan ucapan terima kasih, harapan positif, memberi pujian, merendahkan diri, memberi persetujuan, meminta maaf, dan memaklumi keadaan.
buku ini merupakan hasil penelitian terhadap masyarakat Tengger di Desa Ngadisari kecamatan Sukapura,Kabupaten Probolinggo,Jawa Timur.
Penelitian ujungan menemukan bahwa revitalisasi yang memperkuat aspek seni budaya ujungan pada masa kini menyebabkan ujungan berkembang ke dalam dua arah.
Penelitian ini bertujuan menghasilkan informasi tentang sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup, teknologi, religi, serta upacara perkawinan yang berlaku di Kalimantan Timur.
Penelitian ini bertujuan menghasilkan informasi tentang sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup, teknologi, religi, serta upacara perkawinan yang berlaku di Nusa Tenggara Barat.
Penelitian ini bertujuan menghasilkan informasi tentang sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup, teknologi, religi, serta upacara perkawinan yang berlaku di Jawa Barat.
Buku ini menguraikan tata laksana berbagai upacara tradisional adat Jawa secara lugas, pantas, dan tuntas.
Berisi urutan tatacara adat pernikahan, baik dari Surakarta, Yogyakarta, Sunda sampai pernikahan model internasional, yang dilengkapi dengan susunan acara, ubarampe, dan contoh wicara yang diucapkan oleh seorang pembawa acara.
Buku ini menguraikan secara sistematis, integran, dan komprehensif mengenai tatacara penyelenggaraan prosesi pernikahan di Jawa. Dimulai dengan dasar-dasar filosofis keluarga, etika membangun rumah tangga dan tradisi lamaran. Selanjutnya dijelaskan tentang pasang tarub, slametan among tuwuh, ijab kabul, sungkeman, panggih, panyandra, dan sebagainya.
Penelitian bertujuan menginventarisasikan dan mendokumentasikan adat dan upacara perkawinan di daerah sumatera Selatan.