Etika kepemimpinan yang diajarkan Sri Rama kepada adiknya Bharata, dalam karya sastra Jawa kuna itu adalah seorang pemimpin yang memiliki kepribadian stabil, mental spiritual yang mantap, menjujjung tinggi sumpah dan janji jabatan, adil, jujur, bijaksana dan berperilaku baik.
Dalam makalah itu dijelaskan unsur-unsur ajaran pemimpin dalam teks-teks Pustakaraja Madya karya R.Ng. Ranggawarsita. Teks-teks Pustakaraja banyak mengemukakan ajaran bagi pemimpin negara dan abdi negara, baik secara tersurat maupun tersirat.Ajaran-ajaran tersebut memberikan kontribusi bagi pembentukan manusia yang berbudi luhur, arif, dan bijaksana.
Dalam makalah itu dijelaskan mengenai ungkapan tradisional yang isinya mengandung nilai-nilai bagi kehidupan. Pada umumnya nilai-nilai itu berupa ajakan, petunjuk dan harapan. Bentuk ungkapan tradisional itu berupa paribasan, bebasan, dan saloka yang mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk menanamkan nilai pendidikan pada masyarakat.
Ungkapan bahasa Jawa dalam bentuk bebasan, pepindhan, sanepa, saloka, idiom (perumpamaan) dalam konsepsi mencerminkan gagasan yang berfungsi sebagai alat komunikasi dalam pendidikan masyarakat, keluarga, sekolah, dan lain-lain. Ungkapan-ungkapan itu masih relevan dan mampu mempertahankan fungsinya dalam masyarakat dan cukup memiliki ketahanan untuk menghadapi dinamika perubahan.
Sastradisuhul merupakan teks piwulang yang memuat berbagai cerita tentang para nabi, sahabat Nabi Muhammad, para raja kafir, para wali, raja-raja di Jawa, para dewa, dan pandawa. Ceritanya berisi pelajaran tentang proses kemuliaan melalui ketakwaan. Pelajaran ketakwaan yang didengar (disajikan dalam bentuk tembang macapat) dan dilihat (diberi gambar yang indah dalam 85 wedana) ini ditujukan aga…
Adanya nilai kemanusiaan, perdamaian, kepemimpinan, etik, moral, budi pekerti, dan nilai baik buruk, dapat mempertinggi derajat kemanusiaan untuk menyatukan dalam merajut kemanusiaan.
Dalam naskah-naskah Jawa banyak terkandung nilai-nilai budi pekerti yang masih relefan bila diterapkan dalam kehidupan pada masa sekarang. Nilai-nilai tersebut antara lain, nilai keimanan dan ketakwaan, nilai kejujuran, nilai kehormatan, nilai kedisiplinan, nilai cinta kasih sesama, nilai cinta tanah air dan bangsa, nilai ketekunan dan kerja keras, nilai etika, nilai moral, dan nilai sosial.
Visi sastra Jawa diarahkan agar berwawasan prospektif, yaitu untuk membangun moralitas bangsa yang beradab demi terwujudnya manusia Indonesia baru yang berbudi pekerti luhur. Sedangkan misinya adalah menawarkan alternatif perubahan tata laku untuk menciptakan Indonesia baru yang berketahanan budaya dan nasional.
Serat Panitisastra merupakan serat yang menjadi pegangan etika masyarakat Jawa. Budi pekerti yang ada di dalam Serat Panitisastra kebanyakan masih sesuai untuk dijadikan pegangan hidup pada zaman sekarang.
Berisi segala aktivitas kongres beserta keputusan-keputusan dan tanggapan masyarakat serta berisi kumpulan makalah khususnya dalam bidang kesastraan.