Buku itu berisi 19 tulisan karya Sudaryanto. Dari 19 tulisan tersebut membicarakan mengenai cara menulis karya ilmiah yang baik.
Buku itu membahas cara menulis naskah dalam bahasa Indonesia ilmiah, yaitu bahasa yang digunakan untuk menulis naskah oleh para mahasiswa dan sarjana lingkup bidang ilmu biomedik atau yang terkait.
Buku edisi kedua ini menyajikan seluruh proses penyuntingan naskah di perguruan tinggi.
Makalah ini membahas bagaimana teks-teks editorial di koran nasional dan koran lokal memformulasikan cara mempertahankan dan menentang status quo.
Untuk membantu pembelajar asing agar menghasilkan sebuah tulisan dengan mudah ada dua hal utama yang perlu ditumbuhkan, yaitu penguasaan topik yang akan ditulis dan penguasaan struktur tulisan. Penumbuhan kedua hal tersebut dapat dilakukan melalui tanya jawab sebelum menulis tentang hal yang telah ada dalam perbendaharaan pengalaman mereka
Penulisan kata dasar dan kata turunan dalam tajuk rencana majalah Suara Muhammadiyah tahun 1995 masih banyak kesalahan, yang berupa pemenggalan suku kata dasar, pengaruh bahasa aslinya, pengurangan fonem, penambahan tanda penghubung, tidak sesuai dengan EYD, dan tidak menggabungkan kata-kata yang berkombinasi. Beberapa upaya untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, redaktur, editor, dan …
Aspek politik tajuk rencana koran di Indonesia kurang disenangi mahasiswa. Namun dilihat dari aspek bahasa dan pengembangan pengetahuan bagi mahasiswa, pantas digunakan sebagai bahan kajian dan model bahasa yang baik. Dalam mengelola perkuliahan dibutuhkan dosen yang rajin membaca tajuk atau editorial surat kabar dan suka menulis di media massa.
Bahasa yang ada dalam dunia pers mempunyai berbagai variasi. Dalam surat kabar, dapat kita temukan tulisan yang berisi beriota faktual, tulisan nonberita, editorial, rubrik, dan kolom. Bahasa dalam majalah juga mempunyai berbagai variasi yang hampir sama dengan bahasa surat kabar.
Buku itu berisi kumpulan tulisan 12 sastrawan Indonesia terkemuka yang mengisahkan proses kreatif mereka.Diantara 12 sastrawan tersebut adalah Pramoedya Ananta Toer, Sitor Situmorang, Umar Kayam, Danarto, Hamsad Rangkuti.
Dalam buku itu berisi pembahasan mengenai pikiran utama, kalimat utama, kalimat penjelas, unsur-unsur pengait, paragraf karya tulis yang koheren dan kohesif, dan teknik-teknik pengembangan paragraf karya tulis