Naskah berbentuk tembang, diawali dari cerita Kuda Panoli bertemu Puteri Madenda sampai dengan cerita tentara Keling hancur, dan Kuda Pamekas diminta menjadi raja.
Karya Sastra Cirebon ini berisi uraian perihal seluk beluk pengaturan persoalan orang-orang yang menghadapi sengketa dan/atau pengaduan. Jaksa tujuh ini mempunyai empat orang panitera, para sultan memiliki empat orang panitera, berarti setiap sultan mempunyai seorang panitera.
Buku itu memuat kisah tentang perjuangan seorang pangeran bernama Jaka Menyawak (Jaka Pekik) yang dikutuk oleh ayahnya menjadi manusia biawak karena menentang kehendak orang tuanya. Namun, akhirnya Jaka Pekik dapat berubah kembali seperti semula, yaitu seorang pemuda tampan. Dia dan Dewi Patah, istrinya, kembali ke kerajaan Madengda (kerajaan ayah Jaka Pekik) untuk membantu ayahnya mengusir per…
Kamus ini berbentuk kamus khusus, yaitu kamus dwibahasa bahasa Cirebon-Indonesia yang memuat sejumlah kata sebagai entri. Kata-kata tersebut dipilih dan disesuaikan dengan penggunaan bahasa sehari-hari, yang biasanya digunakan oleh para penutur asli bahasa Cirebon, kata-kata dari buku-buku cerota rakyat Cirebon, surat kabar Pikiran Rakyat edisi khusus bahasa Cirebon, dan kata-kata lagu-lagu "ta…