Buku Menak Lakat III ini berisi 21 Judul cerita yang berbentuk tembang Jawa. Yaitu antara lain Candhakipun Redi Kud Dados Pasareyanipun Wong Agung, Dwei Kuraisin Paranggihan Kaliyan Dewi Patimah, Dewi Kuraisi Nusul dhateng Paprangan, Dewi Kuraisin Sumaput Mireng Ingkang Rama Seda, dan seterusnya
Naskah berbentuk tembang, diawali dari cerita Kuda Panoli bertemu Puteri Madenda sampai dengan cerita tentara Keling hancur, dan Kuda Pamekas diminta menjadi raja.
Buku ini masih berisi percakapan antara Muslimin dan Muslimat. Pengertian-pengertian keagamaan yang telah dipercakapkan terdahulu diulang dan diberi penjelasan secara terperinci dan mudah dipahami. Hal yang dibicarakan meliputi: rukun agama, dalil, hadis, ijma, kias, nyawa, ilmu sakarat, rosul enam dan sahadatnya, puji empat buah, inna lillahi wa inna illaihi rojiun, ajal. Selanjutnya diceritak…
Buku Kidung Candhini ini di angkat dari kesusastraan lama Cirebon, bahasa Jawa Cirebon. Naskah aslinya bertuliskan huruf Jawa, berbentuk tembang Dhandhanggula yang seluruhnya terdiri dari 17 bagian.
Buku berseri cerita Menak yang berjudul menak Cina Jilid ketiga ini merupakan lanjutan dari buku jilid yang kedua. Kisahnya dimulai dengan kepergian Putri Cina ke gua lagi untuk sekali lagi mohon belas kasihan Sang Agung Menak agar pengabdiannya dapat diterima, bahkan menyanggupi untuk menyelesaikan perang dengan Negara Yujana, menaklukan Prabu Kewusnendar dan menghabisi riwayat PrabuNusyirwan …
Merupakan lanjutan cerita Menak 1 yang mengisahkan negara Yujana yang belum ditaklukkan oleh Sang Agung Menak.
Buku cerita Menak Jilid ke-4 ini dimulai dengan perang tanding antara Putri Cina dan kedua putri raksasa, Mardawa dan Mardawi. Keluarga raksasa yang ingin membalas dendam terhadap Sang Agung Menak dimanfaatkan oleh Raja Kelan untuk menghadang Sang Menak Jayengrana sebelum dapat menyerang Negara Kelan.
Diawali dengan cerita Umar Maya menemui Raja Sadarsalam dan diakhiri dengan cerita Sultan Jayusman menyusul ke medan perang.
Cerita diawali dengan terjadinya hujan pasir yang berasal dari bawah dan diakhiri dengan cerita tewasnya Amir Anjilin dalam peperangan.
Cerita diawali dengan Patih Abduljalal dibunuh Wong Agung dan diakhiri dengan cerita Wong Agung menyerang Negara Mukabumi.