Buku ini berisi tentang seluk beluk bahasa Gayo
Penelitian bertujuan menemukan ciri-ciri kata tugas bahasa Gayo, menemukan kata -kata yang dapat dikategorikan ke dalam kata tugas serta melihat fungsinya, mengkaji distribusi kata tugas dan frekuensi pemakaian kata tugas.
Dalam buku itu dibedah posisi sastra Jawa dalam sistem komunikasi modern antara pengarang, pengayom, pembaca, dan kritik.
Diuraikan gambaran tentang situasi kepengayoman dalam sastra Jawa modern periode 1981--1997.
Buku ini berisi petuah-petuah dan ajaran-ajaran agama Islam yang sangat berguna sekali untuk pedoman hidup. Buku ini terdiri dari 56 judul syair yang menggunakan bahasa daerah Gayo dan dijelaskan secara ringkas.
Kumpulan puisi saer tamur ini merupakan karya-karya Tgk. H. Harun Rasyid yang khusus mengetengahkan masalah yang ada hubungannya dengan sembahyang. Bagaimana sembahyang khusuk dan bagaimana sembahyang sabar diuraikan dengan jelas dalam buku ini.
Buku ini berisi terjemahan didong (kesenian tradisional gayo) yang sangat meyakinkan, selain lagu yang merdu dan berciri khas Gayo, liriknya pun cukup menarik, berisi nasehat.
Karya ini merupakan bentuk karya sastra Gayo yang terdapat dalam seni didong., khususnya puisi-puisi dari Kabinet. Kabinet adalah nama sebuah grup didong di Gayo, yang berasal dari kampung Bebesen. Setiap grup memperlihatkan kekhasannya masing-masing dalam teme yang dimunculkan. Tema tersebut mengarah pada alam, hewan, tumbuh-tumbuhan, ombak, desir angin, dll.
Buku ini berisi 9 buah cerita rakyat dari Aceh, disertai ringkasan ceritanya.