Buku ini berisi 24 buah kidung dolanan anak, 51 buah kidung tengahan, 6 buah kidung macapat, dan 4 buah kidung jula-juli.
Buku Kidung Candhini ini di angkat dari kesusastraan lama Cirebon, bahasa Jawa Cirebon. Naskah aslinya bertuliskan huruf Jawa, berbentuk tembang Dhandhanggula yang seluruhnya terdiri dari 17 bagian.
Berisi kedudukan dan fungsi kidungan dalam pementasan ludruk, analisis fono semantis dalam teknik parikan tunggal dan parikan ganda.
Isi buku ini merupakan karya sastra dalam bahasa Jawa dari Bali. Kidung Tantri Kediri terdiri atas empat pupuh yang mengisahkan seorang raja, Prabu Eswayapala dari negeri Pataliputra yang setiap hari ingin menikah dengan seorang gadis jelita yang berbeda sampai suatu hari tidak ada lagi gadis yang pantas untuk dihaturkan kepada beliau.
Buku ini berisi hasi transliterasi dari Serat Tapel adam yang berbentuk tembang macapat.
Buku ini berisi berbagai macam kidung yang sering digunakan untuk melangsungkan upacara-upacara di pura atau di luar pura.
Buku ini berisi hasi transliterasi dari Serat Tapel adam yang berbentuk tembang macapat.