Buku ini memperkenalkan beberapa khazanah karya sastra Indonesia klasik, terutama pada masyarakat unternasional yang ingin lebih mengenali bangsa Indonesia melalui sastra klasiknya
Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan sebagian dari kebudayaan Jawa yang tercermindalam karya sastra jawa klasik, khususnya tentang erotisme. Sastra Jawa klasik yang diteliti yaitu sastra babad, sastra wulang, sastra suluk, sastra pewayangan, dan cerita roman.
Penelitian tersebut mendeskripsikan nilai religius yang tercermin dalam teks-teks puisi Jawa klasik abad XVIII dan XIX yang terdapat dalam sastra babad, pewayangan, roman, suluk, wulang, dan jangka.
Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan sebagian dari kebudayaan Jawa yang tercermin dalam karya sastra Jawa klasik, khususnya tentang erotisme. Sastra Jawa klasik yang diteliti yaitu sastra babad, sastra wulang, sastra suluk, sastra pewayangan, dan cerita roman.
Buku ini berisi hasil alih aksara dan alih bahasa sastra lisan daerah Makassar Sulawesi Selatan berjudul Sinrilikna I Manakkuk, mengisahkan seorang anak yang tabah (tidak berhenti berjuang) sebelum cita-citanya tercapai.
Cerita ini bersumber dari suatu roman klasik dari aceh berjudul Hikayat Putroe Gumbak Meuh yang terdiri dari 3729 bait. Dalam buku ini dibagi menjadi 11 judul.""
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana pergeseran bentuk-bentuk formula dan komposisi cerita dalam 'Bottinna I La D Wata Sibawa Iw Attaweq dalam kerangka pergeseran penciptaan teks dan tanggapan pembaca.
C. Hooykaas, seorang sarjana Belanda memenuhi bukunya Over Maleise Literatuur (1937) dengan mengatakan bahwa menulis sejarah Melayu (lama) sulit:rn(1) tidak ada naskah tua yang sampai pada kita;rn(2) naskah yang sampai kepada kita banyak mengalami perubahan: diubah/tambah oleh penyalin atau orang yang menyuruh menyalin;rn(3) pengarang Melayu tidak menyebut namanya;rn(4) tidak ada istana Melayu …