Penelitian bertujuan mendeskripsikan kata majemuk bahasa Lampung dialek pesisir yang menyangkut ciri, komponen, hubungan antar komponen, jenis, dan fungsi pemajemukan.
Penelitian bertujuan mendeskripsikan sistem pemajemukan dialek Abung dilihat dari segi kaidah linguistik yang telah ada, meliputi empat segi yaitu : wujud, sistem, fungsi dan arti yang terkandung dalam pemajemukan.
Membahas mengenai struktur anak kalimat ganda dan induk kalimatnya, ketegaran letak anak-anak kalimat, fungsi-fungsi kalimat, pertalian makna antara anak-anak kalimat dan induk kalimatnya, dan pola-pola kalimatnya.
Penelitian ini mengangkat tema tentang Kata majemuk Yang Unsur-Unsurnya Bersinonim Dalam Bahasa Jawa beserta pembahasannya.
Penelitian ini membahas tentang Kalimat majemuk yang klausa-klausanya memiliki hubungan makna waktu dalam bahasa Jawa. Kalimat majemuk setara yang klausa-klausanya menyatakan hubungan waktu, ada yang dimarkahi dan ada yang tidak. Kalimat majemuk bertingkat yang klausa-klausanya menyatakan makna waktu dapat dibedakan menjadi delapan jenis.
Kajian terhadap hierarki pengikatan klausa dalam kalimat majemuk bahasa Jawa dengn mengunakan ancangan struktural.
Permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah perbedaan kata majemuk dengan struktur beku (freezees) dalam bahasa Indonesia dan wujud formal struktur beku dilihat dari sudut pandang deiksis dalam bahasa Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata majemuk unik menurut kategori kata dan makna kata hubungan antarunsur unik