Berisi penjelasan mengenai unggah-ungguh basa Jawi disertai dengan cara penggunaannya, antara lain mengenai tataran tembung, basa ngoko, basa krama dan lain-lain.
Buku ini membahas penggunaan bahasa Jawa ngoko dalam ranah keluarga, jalanan, dan tempat kerja non formal oleh masyarakat penutur asli bahasa Jawa (mayoritas orang kebanyakan).
Berisi mengenai tembung ngoko krama lan basa ngoko krama
Perumusan masalah dalam skripsi ini adalah memastikan adanya perbedaan kemampuan antara siswa kelas II SMP Negeri Kutoarjo dengan SMP Negeri 1 Prembun dalam menggunakan ragam ngoko alus dan krama alus basa Jawa, serta faktor yang mempengaruhi kemampuan penggunaan kedua ragam tersebut.
Makalah ini menghasilkan kesimpulan bahwa bahasa Jawa ngoko yang digunakan sedulur sikep memanfaatkan 'logika lain' yakni menggunakan konvensi tersendiri yang berbeda dari konvensi umum, sehingga dikenal sebagai bahasa Sangkak (menyangkal).
Kajian ini menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan penggunaan bahasa Jawa ngoko dan krama pada usia muda dan usia tua. Perbedaan mencolok terdapat pada penggunaan bahasa Jawa Krama. Penggunaan bahasa Jawa Krama sangat kurang. Hampir setengah dari glos yang dipertanyakan tidak dikuasai dengan baik, dan sebagai penggantinya muncul bahasa Indonesia pada golongan muda.
Berisi contoh-contoh kata dan kalimat yang sering digunakan dalam percakapan dan pergaulan.