Dalam penelitian itu diungkapkan dan dideskripsikan tokoh dan penokohan yang terkandung dalam drama Datuk Bandar karya Harun Das Putra""
Dalam buku itu dihimpun empat naskah Kirdjomuljo yang cukup terkenal, yaitu Sepasang Mata Indah, Senja dengan Dua Kelelawar, Penggali Kapur,dan Penggali Intan.
Memuat 8 naskah drama monolog, karya beberapa pengarang. Ceritanya beragam dan semua bergantung pada latar belakang penulisnya. Drama monolog ini memiliki kelebihan yang sangat unik karena dibawakan oleh satu orang pemeran saja dengan karakter yang berbeda-beda. Si pemeran selain berlaku sebagai juru cerita atau narator, juga harus bisa menjadi beberapa peran sekaligus.
Buku itu merupakan buku lama yang berjudul Lima Drama, karya B. Soelarto, yang dicetak ulang dengan judul Domba-Domba Revolusi oleh penerbit Hikayat. Buku tersebut memuat lima naskah drama, yang masing-masing berjudul: Domba-Domba Revolusi, Gempa, Abu, Bapak, dan Insan-Insan Malang.
Buku ini berisi 5 buah naskah lakon hasil dari workshop penulisan naskah lakon tanggal 25 dan 26 November 2006 oleh Taman Budaya Jawa Tengah. Kelima naskah lakon tersebut berjudul: Rumah Buat Lisa (Terbuang), Laron, Lembar Terakhir (dan Aku Pergi), Kidung Pinggir Lurung, dan Sebuah Peristiwa.
Buku itu awalnya merupakan disertasi penulis. Isinya antara lain membahas masalah kebahasaan dan perencanaan bahasa, proses pengembangan dan bahasa, pengembangan sandi bahasa, dan lain-lain.
Dalam penelitian ini mendeskripsikan bentuk persandian dalam bahasa Jawa kuno, pertengahan, dan modern, serta keberlakuan bentuk persandian bahasa Jawa dari suatu periode ke periode berikutnya.
Dalam makalah ini dipaparkan serta dijelaskan sejumlah contoh penggunaan sandi sandi asma dalam tembang tembang jawa
Menguraikan aspek-aspek dramatugial dari suatu genre teater rakyat, yaitu perihal bagaimana sejatinya suatu genre teater rakyat diproduksi dan akhirnya direproduksi dalam masyarakat penduduknya.