Isi buku itu mengisahkan Sultan Abidin dari negeri Teurumon beristerikan Kariman Binti dan berputera Banta Amat dan Banta Sulotan. Setelah kedua puteranya menginjak remaja, Sultan Abidin menikah lagi dengan Siti Cahya.
Buku hikayat nabi Musa ini mengisahkan betapa sukar dan beratnya perjuangan memberantas penyembahan berhala. Untuk menyakinkan kekeliruan menyembah berhala itu sering disertai dengan kekerasan dan mukjizat.
Buku ini merupakan buku pertama yang terlengkap tentang sastra Aceh yang mampu meretasi berbagai pemikiran Zaman Lama dan Zaman Baru, sehingga perjalanan karya sastra Aceh dapat dilihat secara lebih jelas.