Berisi tentang ajaran batin (mental) yang sangat besar manfaatnya bagi masyarakat bangsa kita pada masa ini.
Karya sastra tidak lahir dari kekosongan budaya. Pernyataan tersebut bergayut dengan khazanah sastra lisan Bali, dalam hal ini cerita rakyat, yaitu sebagai media dokumentasi beragam pengetahuan pada masa lalu.
Makalah ini secara sepintas melakukan identifikasi tentang aspek tata busana (Bali) berdasarkan deskripsi tata busana tokoh dalam karya sastra Bali (Klasik).
Dalam makalah ini dibahas mengenai sejarah dalam sastra bali, pembagian serta fungsi kesusastraan Bali.
Karya sastra “Kakawin minor” atau Carangan (berbahasa Bali) unsur-unsur komposisi estetika mahakawya Dandin masih tetap dimiliki criteria tersebut, walaupun pendalaman bagian-bagian itu tidak sesubur kakawin dan prosa (parwa) yang menjadi sumbernya. Karya sastra parikan menghilangkan berbagai perumitan dan pendalaman aspek estetika, mengacu kepada beberapa aspek saja sebagai komposisinya.
Berisi ajaran batin (mental) yang sangat besar manfaatnya bagi masyarakat bangsa kita pada masa ini.