Dalam penelitian itu diungkapkan jenis kritik dan esai dan kualitas sastranya yang ditampilkan di media massa berbahasa Jawa.
Penelitian bertujuan mendeskripsikan biografi pengarang sastra Jawa modern prakemerdekaan; yaitu tentang identitas pengarang, latar belakang keluarga, pendidikan, pekerjaan, kepengarangannya, visi kepengarangannya, serta tanggapan orang lain terhadap pengarang dan karyanya.
Dideskripsikan struktur novel Jawa dan sosiologis wanita dalam novel Jawa periode 1945--1965 yang mencakupi tema dan masalah, alur, tokoh, latar, karakter dan kehidupan bermasyarakat wanita Jawa dan wanita dalam novel Jawa.
Dideskripsikan struktur novel Jawa dan sosiologis wanita dalam novel Jawa periode 1945--1965 yang mencakupi tema dan masalah, alur, tokoh, latar, karakter dan kehidupan bermasyarakat wanita Jawa serta wanita dalam novel Jawa.
Dalam buku itu diungkapkan berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan kesusastraan sejak pemerintahan Sultah Hamnegku Buwono I sampai dengan Sultan Hamengku Buwono IX.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu sastra yaitu mendeskripsikan berbagai aspek yang berkaitan dengan penerbitan sastra Jawa modern periode tahun 1981 - 1997.
Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran dan deskripsi yang jelas tentang lembaga - lembaga penerbitan, segala aktivitasnya, kebijakan-kebijakan yang dilakukan, dan peran sertanya dalam pembinaan dan pengembangan sastra Jawa pada periode tertentu.
Penyusunan sejarah sastra Jawa modern dalam penelitian ini mengacu pada novel Jawa periode 1981--1995. Deskripsi dan analisis novel tersebut diharapkan dapat memperlihatkan situasi dan perkembangannya.
Dalam kurun waktu tahun 1840--1917, masa transisi sastra Jawa berada diantara dua rentetan perkembangan sastra Jawa modern. Terbitan bahan bacaan berbahasa Jawa terus berlanjut ditunjang pula dengan terbitnya surat kabar. Pada masa itu terjadi peningkatan sumber daya manusia ditunjang pula berdirinya beberapa percetakan dan penerbit sehingga terbentuk suatu jaringan karya sastra.
Sandi Asma merupakan unsur karya sastra yang indah yang pada mulanya diciptakan dan digunakan oleh Ranggawarsita, pujangga terakhir Kerajaan (Kasunanan) Surakarta. Di antara sandi asma yang diciptakan ada yang bersifat simbolik dengan label "Rangga Kalayuda".