Buku ini menguraikan tentang kemampuan mendengarkan dan berbicara dan hal-hal yang erat hubungannya dengan sarana penunjang yang ikut menentukan keberhasilan pengajaran bahasa Indonesia.
Buku tersebut menggambarkan manusia Jawa yang diibaratkan sepeti manusia tumbuhan, manusia agraris.
Buku yang berisi 57 judul geguritan atau puisi
Tulisan-tulisan dalam buku ini berbicara tentang karya fiksi, khususnya karya-karya fiksi barat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan mendapat tanggapan di Indonesia. Selain itu, buku ini juga membahas sejumlah topik yang terkait dengan pembelajaran bahasa asing di Indonesia.
Buku Manusia Jawa Mencari Kebeningan Hati: Menuju Tata Hidup Tata Laku-Tata Krama ini berisi penjelasan mengenai pencerminan cerita wayang, tuntunan moral-akhlah dan budipekerti, dan lain-lain.
Buku Cupu Manik Hasthagina ini berisi kumpulan puisi karya Iman Budhi Santosa, seorang sastrawan yang berada di Yogyakarta.
Cerita Bandung Bondowoso dalam buku ini tidak sama dengan versi umum pada katoprak, namun berdasarkan mingguan berbahasa Jawa kejawen terbitan Balai Pustaka, mengisahkan kehidupan Jaka Bandung (jelek rupa, putra Begawan Sidikwacana) yang berhasil mengalahkan R. Bondowoso (putra Raja Pengging), kemudian jiwa raganya menyatu menjadi ksatria yang gagah dan sakti bernama Bandung Bondowoso.