Khasanah sastra Indonesia, perode klasik maupun modern, senantiasa memunculkan karya sastra yang berkaitan dengan agama dan kepercayaan yang bersifat spiritual, mistik, dan atau pesan kerohanian dalam bentuk yang beragam. Salah satu karya yang memuat nilai-nilai sufistik adalah naskah drama Sumur Tanpa Dasar (1971) karya Arifin C Noer. Tulisan ini mencoba menetahui internalisasi ajaran-ajaran s…
Peribahasa memiliki nilai-nilai luhur akan budaya kelompok masyarakat penuturnya. Dalam komunikasi, masyarakat seringkali lebih memilih menggunakan peribahasa untuk mengibaratkan sesuatu atau sekedar mengungkapkan pengalaman mereka. Penggunaan peribahasa dalam lagu juga seringkali ditemukan.
Buklu itu berisi informasi tentang karya sastra dalam antologi cerpen Indonesia di Yogyakarta antara tahun 1950-an sampai dengan 2007-an. Karya-karya cerpen tersebut kemudian ditelaah berdasarkan strukturnya dan disertai dengan ringkasan ceritanya.
Makalah ini membincagkan masalah percanggahan pendapat di kalangan ahli-ahli bahasa dalam membuat pemerian tentang awalan rangkap Melayu.
Dalam penelitian itu dijelaskan keberadaan materi atau bahan ajar drama dalam buku pelajaran bahasa (dan sastra) Indonesia SMA. Materi pembelajaran antara lain berupa drama dan materi apresiasi drama dalam buku pelajaran.
Dalam penelitian itu berisi informasi mengenai berbagai persoalan dan pembicaraan perkembangan dan pengembangan sastra di Yogyakarta.
Isi buku meliputi ketidaksesuaian materi yang terdapat dalam EYD, terutama pada tanda baca yang porsinya lebih banyak daripada dalam kurikulum. Juga materi pembentukan kata pada penyuluhan lebih luas daripada permintaan dalam kurikulum.
Tujuan penelitian ini adalah menginventarisasi pengarang sastra Indonesia (cerpenis) yang berada, menetap, pernah tinggal, maupun bersinggungan dengan olah kreatif masyarakat Yogyakarta.
Dalam buku itu berisi kumpulan cerita pendek karya-karya sastrawan Yogyakarta, baik yang termuat dalam antologi maupun yang termuat dalam media massa (koran/majalah).
Buku itu isinya dibagi dalam tiga bagian. Dua bagian pertama memperkenalkan gerakan-gerakan utama dalam teori sastra modern dan dibagi menjadi bagian-bagian. Setiap bagian memaparkan sebuah pendekatan utama.