Buku Sosok-Sosok Inspiratif Antologi Biografi dan Karya Cerpenis Yogyakarta itu berisi profil dan karya cerpenis Yogyakarta yang dilengkapi dengan contoh karya berupa cerita pendek yang dipilih secara acak.
Cerpen yang terkumpul dalam buku ini merupakan karya-karya pemula, demikian juga dengan esai-esainya. Mereka yang berkarya adalah peserta Bengkel Bahasa dan Sastra Balai Bahasa. Dalam berkarya, mereka dibimbing oleh para tutor. Karena masih pemula, kesederhanaannya masih tampak. Namun, patut dihargai semangat untuk berkaryanya. Ada 19 cerpen dan 9 esai yang patut dibaca, khususnya oleh para pel…
Buku ini berisi antologi puisi karya siswa SMU peserta Bengkel Sastra Indonesia 2001. Materi yang dipilih untuk kegiatan bengkel sastra ini adalah Puisi Indonesia Modern. Para peserta diajak untuk mengenali bagaimana cara-cara atau teknik berapresiasi (membaca, memahami, dan mengkaji) dan berekspresi (mencipta dan memanggungkan) puisi, yang dibimbing oleh tutor.
Berisi kumpulan hasil karya siswa yang berupa karya puisi dari semua wilayah. Antologi ini memuat 343 karya siswa. Tulisan-tulisan tersebut membicarakan hal-hal yang berkenaan dengan remaja dan dunianya, misalnya tentang lingkungan sosial, lingkoungan alam, kepahlawanan, kritik sosial, dll. Antologi ini juga dilampiri dengan 7 makalah tutor
buku ini membahas tentang sejarah asal mula ketoprak, perjalanan kesenian ketoprak dari masa ke masa, karakteristik kesenian ketoprak, dan berbagai hal yang berkaitan dengan pementasan kesenian ketoprak.
buku ini menjelaskan mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan pertunjukan ludruk. penulis membahas tentang sejarah dan asal-usul ludruk, perkembangan ludruk dari masa kemasa, periode perkembangan seni ludruk, perlengkapan yang dibutuhkan dalam pementasan, serta berbagai elemen yang harus ada dalam ludruk.
berbicara tentang seluk beluk perayaan sekaten. dijelaskan juga mengenai sejarah sekaten, berbagai hal yang berkaitan dengan perayaan sekaten di Surakarta dan Yogyakarta., serta makna yang terkandung dalam setiap prosesi perayaan sekaten. penulis membahas pula mengenai upacara Grebeg Mulud.
Tradisi kritik sastra Indonesia di Yogyakarta berkembang relatif baik dengan adanya beberapa ulasan atau pembicaraan mengenai sastra Indonesia dalam beberapa mediamasa yang terlibat di Yogyakarta. Namun pada kurun waktu 1945--1965 kualitas maupun kuantitas tradisi kritik sastra Indonesia yang berkembang di Yogyakarta belum sebaik dan sekuat tradisi kritik sastra pada kurun waktu sesudah 1965. H…