Berisi tentang ilmu yang menyelidiki bunyi bahasa dari sudut tuturan dengan disertai contoh kata yang diambil dari berbagai bahasa: bahasa Indonesia, Nusantara (seperti Aceh, Angkola, Semende, Kendayan, Banjar Hulu, Jawa, Jawa Kuna, Madura), Sansekerta, Inggris, dan Prancis
Pidato pengukuhan jabatan guru besar pada Fakultas Ilmu Buday UGM
Penelitian ini memerikan seluk-beluk sistem morfologi kata benda dan kata sifat bahasa Jawa.Perian itu mencakup ciri, bentuk, klasifikasi, makna, dan perubahan morfofonemik akibat proses morfologis kedua jenis kata tersebut. Ciri-ciri kata benda bahasa Jawa, tidak dapat dinegatifkan dengan kata ora tidak dan dapat bervalensi dengan kata penunjuk jumlah. Ciri-ciri kata sifat bahasa Jawa"
Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan sistem pemerlengkapan dalam bahasa Jawa, khususnya pemerlengkapan berupa klausa untuk mengetahui : 1. ciri-ciri verba yang membutuhkan klausa pemerlengkapan,2. bentuk-bentuk klausa pemerlengkapan,3. perbedaan pemakaian masing-masing penanda (konjungsi) dalam klausa pemerlengkapan.
Mendeskripsikan komponen semantik verba bahasa Jawa, menipekan verba bahasa Jawa berdasarkan komponen semantik yang dimiliki bersama oleh sekelompok verba atau dapat dikatakan berdasarkan wilayah maknanya dan berdasarkan hubungan semantik-sintaksis antara verba dengan argumennya, serta mendeskripsikan relevansipenipean verba bahasa Jawa di dalam klausa.
Buku ini membahas mengenai sistem pemerlengkapan dalam bahasa Jawa, khususnya pemerlengkapan berupa klausa untuk mengetahui: (1) ciri verba yang memerlukan klausa pemerlengkapan: (2) bentuk klauasa pemerlengkapan; dan (3) perbedaan pemakaian setiap penanda (konjungsi dalam klauasa pemerlengkapan.
Berisi tentang hasil penelitian tentang morfem dalam Bahasa Indonesia dan Nusantara yang meliputi penanda tindakan, penanda keadaan, penanda hal dan hasil, penanda pelaku alat dan penyebab, penanda tempat dan kala aspek serta penanda bilangan.
Dalam buku ini dikaji mengenai salah satu aspek kedwibahasaan, yaitu pemertahanan bahasa Melayu Loloan yang dipakai oleh minoritas muslim di kota Negara, Bali terhadap bahasa Bali yang menjadi bahasa ibu mayoritas Bali.
Tekawerdi 2 berisi nasihat dan petuah Kangjeng Sunan Hamengku Buana kepada para putra putra raja dan kepada para sentana, dipati, punggawa, satria, prajurit dan kepada siapa saja yang ingin menirunya.
Buku Tekawerdi 1 berisi nasehat dan petuah Kangjeng Sunan Hamengku Buana kepada para putra putra raja dan kepada para sentana, dipati, punggawa, satria, prajurit dan kepada siapa saja yang ingin menirunya.