Dalam penelitian itu dibahas latar belakang sosial budaya sastra di Yogyakarta dari tahun 1945--1965, sistem makro cerita pendek Indonesia, dan sistem mikro cerita pendek Indonesia di Yogyakarta.
Penelitian ini bertujuan memberikan informasi sastra lokal, khususnya cerpen di Yogyakarta sehingga tumbuh rasa bangga pada masyarakat dan menumbuhkan apresiasi kesastraan masyarakat agar makin luas dan konkrit.
Dalam penelitian itu diungkapkan jenis kritik dan esai dan kualitas sastranya yang ditampilkan di media massa berbahasa Jawa.
Penelitian bertujuan mengetahui identitas diri Yunani, karya-karyanya, serta menemukan pandangan hidup Yunani yang tercermin dalam karyanya.
Dideskripsikan sosok sekaligus kiprah Widodo Basuki dan Narko Budiman dalam menggeluti dunia sastra, khususnya penciptaan karya sastra (khususnya sastra Jawa).
Dalam penelitian itu diungkapkan horizon harapan masyarakat pembaca dalam kerangka resepsi pembaca yang dilihat melalui komponen pengarang, pembaca, dan karya sastra yang muncul dalam urutan sejarah (sinkronis-diakronis)dalam kesusastraan Jawa modern (novel, cerkak, gurit).
Penelitian ini memiliki beberapa tujuan, yakni mendeskripsikan riwayat hidup dan karier para pengarang sastra Jawa modern periode 1945--1965, dan mengetahui latar belakang dalam kaitannya dengan kegiatan bersastra dan sekaligus karya-karyanya. Di samping itu menjelaskan juga keberadaan pengarang dalam menciptakan dan menerbitkan karya sastra lewat berbagai sistem yang melingkupinya.
Penelitian bertujuan mengetahui identitas diri Yunani, karya-karyanya, serta menemukan pandangan hidup Yunani yang tercermin dalam karyanya.
Penelitian ini mencakup sistem pendukung sastra dalam media elektronik radio, meliputi sistem reproduksi, pengayom, penanggap, dan penghambat. Jenis karya sastra yang menjadi kajian adalah wayang kulit, kethoprak, sandiwara radio berbahasa Jawa, pembacaan buku, macapat, geguritan, dan langen mandra wanara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi Papua dalam KLDP (Kesah Layaran Dhateng Pulo Papuwah) karya Yitnasastra serta membantu masyarakat umum mengapresiasi hasil produk budaya, terutama sastra Jawa masa kolonial.