Buku Mengapa Tidak Bertanya ini memuat 35 artikel karya siswa SLTA se-Kota Yogyakarta. Judul dalam buku antologi ini didasari oleh fenomena kegiatan belajar-mengajar secara umum. Artikel-artikel dalam antologi ini memiliki tema yang berkenaan dengan dunia pendidikan, lingkungan sosial,lingkungan alam, dan budaya.
Dalam penelitian itu dideskripsikan jenis ranah pada bahasa Jawa tahun 1945--1965?, variasi bunyi kata pada pada bahasa Jawa tahun 1945--1965?, penggunaan unsur serapan dan kata langka pada bahasa Jawa tahun 1945--1965?, dan tentang kerancuan struktur kata pada bahasa Jawa tahun 1945--1965?,
Kajian wacana yang terfokus pada aspek makro yang bertujuan memberi nasihat untuk menambah wawasan pembaca agar melakukan hal-hal yang lebih baik.
Koleksi ini dalam bentuk makalah digital
Dideskripsikan satuan lingual jenis keadaan makna sebab akibat dalam bahasa Jawa yang dilihat dari satuan gramatikalnya, yaitu bentuk kata dan bentuk peribahasa.
Dalam penelitian itu dideskripsikan permasalahn bentuk kata, pilihan kata, faktor penyebab terjadinya penyimpangan bentuk kata, dan faktor penyebab terjadinya penyimpangan pilihan kata dalam pemakaian bahasa Jawa krama.
Berisi ribuan entri/lema, bentuk aktif, pasif, dan kata benda bentuknya, peribahasaJawa yang memuat entri dan contoh-contoh pemakaian kedalam kalimat disertai dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Penelitian ini mendeskripsikan tentang leksem-leksem yang menyatakan aktivitas pancaindera dalam bahasa Jawa, sehingga akan terungkap medan maknanya yang dapat memberi gambaran relasi hiponimiknya.