Dalam penelitian itu diuraikan pemahaman secara menyeluruh tentang novel Indonesia di Yogyakarta pada periode 1981--2000, yang meliputi aspek intrinsik (tema, alur, tokoh, latar, gaya, dan sudut pandang) dan aspek ekstrinsik (penerbit, pengarang, dan pembaca) yang menjadi lingkungan pendukung novel Indonesia di Yogyakarta.
Seiring dengan terjadinya globalisasi yang semakin meluas kisah atau cerita perjalanan menjadi fenomena sastra yang penting akhir-akhir ini. Karya-karya sastra perjalanan berisi gambaran yang cukup detail mengenai pengalaman dan persepsi penuis terhadap sebuah tempat.
Buku ini berisi kumpulan puisi Indonesia karya para penyair yang tinggal (atau pernah tinggal)di Yogyakarta selama kurun waktu lebih setengah abad atau dari tahun 1945-2000.
Penelitian ini akan membahas sistem kritik dalam sastra Jawa modern tahun 1981-1997, dengan pokok masalah yang dibahas bagaimana dinamika sistem kritik di dalam kehidupan sastra Jawa modern tahun 1981--1997 dan orientasi kritiknya.
Genre kisah perjalanan yang akan diteliti ada dua macam. Pertama, genre kisah perjalanan yang berasal dari Barat, yang memiliki konsep dasar kisah Barat. Kedua, genre kisah perjalanan yang telah dimiliki oleh masyarakat Jawa.
Penelitian iti memberi gambaran dan pemahaman secara menyeluruh tentang dinamika kantung-kantung sastra Yogyakarta, peran pemerintah DIY terhadap eksistensi kantung-kantung sastra tersebut, profil atau deskripsi dan kegiatan kantung-kantung sastra Indonesia di Yogyakarta.
Buku itu mengungkapkan dan menentukan batas-batas yang dianggap penting dalam penciptaan karya sastra. Yang paling dekat dengan penciptaan karya sastra adalah pengarang, penerbit, pembaca,dan tanggapan/kritik. Komunikasi antarelemen sistem sastra pada periode kemerdekaan secara implisit menggambarkan perjuangn lembga-lembaga atau perseorangan yang dicatat didalamnya selma harus berkomunikasi de…
Buku tersebut mengungkapkan bentuk keindahan yang tertuang dalam struktur teks sastra (n0vel) Jawa modern dan melihat pergeseran nilai estetika yang terjadi pada setiap periode. Adapun tujuan praktisnya adalah agar penelitian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan membuat deskripsi lengkap dan menyeluruh mengenai estetika sastra Jawa.
Membahas mengenai roman picisa sastra Jawa, kedudukan dan perkembangan dalam sejarah sastra Jawa. . Ekapisme merupakan sebuah keadaan atau sikap memasuki alam khayal hiburan untuk melupakan kenyataan yang tidak menggembirakan.
Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan sebagian dari kebudayaan Jawa yang tercermin dalam karya sastra Jawa klasik, khususnya tentang erotisme. Sastra Jawa klasik yang diteliti yaitu sastra babad, sastra wulang, sastra suluk, sastra pewayangan, dan cerita roman.