Naskah Serat Kakiyasaning Pangracut ini mencakup berbagai serat. Ada dugaan bahwa naskah tersebut merupakan kumpulan beberapa nukilan dari berbagai naskah yang berisi ilmu kasampurnan manunggaling kawula Gusti.
Dalam skripsi itu dipaparkan seluk beluk kata bilangan bahasa Jawa dan didiskripsikan bentuk dan macam kata bilangan bahasa Jawa, bentuk-bentuk penurunannya, fungsi kata bilangan, dan kata-kata yang berkaitan dengan pemakaian kata bilangan.
Perbandingan Serat Pranacitra-Rara Mendut dengan Serat-serat yang lain
Penelitian ini membahas sistem perpolisemian dalam bahasa Jawa, membahas salah satu pertalian makna kata-kata bahasa Jawa, jenis-jenis ertalian semantik, dan tipe hubungan makna polisemi. Ada beberapa pertalian semantik, yakni homonimi, sinonim,hiponimi, antonimi, dan polisemi.
Penelitian itu berisi deskripsi tentang polisemi leksikal di dalam bahasa Jawa, antara lain membahas hubungan makna polisemi, sebab-sebab perubahan makna, dan sumber-sumber polisemi.
Penelitian ini memberikan gambaran yang lengkap tentang latar belakang sosio- budaya, lokasi dialek, sikap penutur terhadap dialak yang dimilikinya, fungsi dialek, variasi kata,/ucapan, dan penataannya. Unsur bahasa yang akan dipetakan meliputi kosa kata, fonologi, dan morfologi.
Cerita ini merupakan bagian kedua dari lakon Badak Pamalang. Cerita dimulai waktu Munding Sanggawati sudah menjadi raja di Nusa Bali.