Buku ini berisi tembang macapat disertai dengan terjemahan yang menceritakan tentang Keraton Pajang. Dimulai dengan lagu Dandanggula , 30 bait.
Buku ini berisi kumpulan Ila-Ila yang masih kukuh berlaku dengan segala penjelasannya, sehingga dengan nalar dapat dirasakan mengapa adat daerah Jawa masih dipertahankan. Misalnya, dalam upacara pernikahan, dalam tata rakit panggih temanten besan tidak lazim menghadirinya. Serat Babad Ila-Ila 1 berisi tentang Bab Agama sampai dengan Perhitungan Hari-Bulan-Mangsa dan Windu.
Serat Babad Ila-Ila 3 berisi kumpulan data Ila-Ila yang masih kukuh berlaku dengan segala penjelasannya, sehingga dengan nalar dapat dirasakan mengapa masih dipertahankan adat Jawa. Misalnya, dalam upacara pernikahan dalam tata rakit panggih temanten besan tidak lazim turut menghadirinya. Serat Babad Ila-Ila 3 berisi tentang bab pelana gajah, pasar, (Waril) dan Wulang-wulang sampai dengan bab I…
Kamus ini berisi istilah-istilah bidang zoologi disertai padanannya dalam bahasa asing dan maknanya dalam bahasa Indonesia.
Serat Babad Ila-Ila 2 berisi kumpulan data Ila-Ila yang masih kukuh berlaku dengan segala penjelasannya, sehingga dengan nalar dapat dirasakan mengapa masih dipertahankan adat Jawa. Misalnya, dalam upacara pernikahan dalam tata rakit panggih temanten besan tidak lazim turut menghadirinya. Kelazimannya"
Berisi tembang puji-pujian yang melambangkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa
Isi buku Babad Madura ini menceritakan tentang sejarah Madura dengan bentuk tembang macapat dan disertai penerjemahannya.
Isi keseluruhannya merupakan suri-tauladan atas kejadian yang diderita oleh keluarga Pandawa, khususnya sehubungan peristiwa permainan judi (permainan dadu) yang dilakukan Puntadewa, sehingga membawa akibat menerima hukuman 12 tahun harus berdiam di hutan, 1 tahun berdiam di suatu negara. Jika ketahuan oleh Kurawa, selama itu pula mereka harus mengulang lagi dari permulaan.
Buku ini berisi tentang kumpulan suluk dan serat. Judul Serat Wulang ini merupakan salah satu judul yang ada dalam buku tersebut yang dijadikan judul buku, berisi Suluk Marga Wirya, Serat Wulang, Suluk Jekrek, Suluk Mas Nganten, dan Suluk Candra dalam bentuk tembang macapat.
Buku Kresna-Arjuna Bawarasa ini berisi ajaran moral yang diambil dari teladan tokoh wayang Kresna dan Arjuna.