Dibahas aspek-aspek budaya pertuturan yang lazim dipakai oleh penutur asli bahasa Indonesia, khususnya dalam realisasi pertuturan menolak dikaitkan dengan kesantunan berbahasa.
Dalam pengajaran kosakata ada beberapa cara, yaitu menggunakan kamus sebagai sumber rujukan dan menganjurkan para siswa untuk melihat kata-kata dalam kamus istilah yang bersangkutan. Pemakaian kamus tersebut akan dapat menambah wawasan para siswa untuk memahami kata, dapat meningkatkan konsentrasi pada kata leksikal secara cepat, akan membangkitkan percaya diri, dan untuk memecahkan kata-kata s…
Dikupas ihwal autentisitas didalam konteks bahasa yang diajarkan, bahan-bahan pembelajaran BIPA, tugas-tugas pembelajaran yang diterapkan didalam kelas-kelas BIPA, dan bentuk-bentuk tes BIPA.
Dijelaskan mengenai bahan ajar dalam penerapan program bahasa Indonesia LIA (PBI-LIA). Bahan Ajar yang berupa buku, sebaiknya menggunakan ancangan komunikatif, menyediakan bahan ajar lanjutan, memperhatikan dunia siswa, topik harus runtut dan lengkap, dan memperhatikan tingkat kesulitan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang berbagai bentuk kecerdasan emosional yang dimiliki orang Banjar yang tergambar dalam pantun Banjar.
Penelitian ini menjelaskan perkembangan perwatakan tokoh Wulandari dalam novel berbahasa Jawa Dokter Wulandari. Pembahasan perkembangan perwatakan tokoh Wulandari tersebut bertujuan mengungkap latar belakang permasalahan yang dihadapi Wulandari selama hidup di panti asuhan sampai keberhasilannya mencapai gelar dokter.
Penelitian ini berusaha mengungkap kembali beberapa aspek tentang makna dalam tembang dolanan anak berbahasa Jawa, baik makna harfiah maupun makna filosofis serta muatan yang terkandung di dalamnya
Hasil kajian tulisan ini menunjukkan bahwa kritik sastra yang terdapat dalam majalah 'Djaja Baja' kritik sastra Jawa lama, sastra Jawa umum, dan sastra Jawa modern.
Tulisan ini bertujuan untuk representasi penulis sebagai wakil kelas sosial pada era tahun 1980-an.
Tujuan pengayom sastra wayang adalah untuk melestarikan budaya bangsa, membentuk filosofi wayang agar menjadi suri tauladan bangsa di dunia, dan untuk menanggulangi pengaruh kebudayaan asing yang berbeda dengan kepribadian bangsa Indonesia.