Penelitian ini bertujuan menjelaskan keberadaan karya-karya Kamsa berdasarkan tinjauan dari aspek kepengarangan dan struktur.
Dari empat buah cerpen yang dianalisis pada intinya pengarang menyisakan peristiwa yang harus dilanjutkan oleh pembaca dengan meninggalkan petunjuk yang berarti. Pembaca dimungkinkan menyusun cerita berdasarkan bagian penutup cerpen. Pengarang telah menyelesaikan ceritanya dan pembaca memulai ceritanya. Tentu saja muncul keragaman gaya akhir yang disajikan pengarang.
Buku ini berisi riwayat hidup (singkat) para pengarang masa pujangga baru dan karyanya, baik prosa maupun puisi, kecuali beberapa pengarang tidak ada riwayat hidupnya.
Berisi 14 judul cerita Jawa (daerah Jawa), yaitu antara lain Jejer Nagari Mandraka, Kadhatonan, Pasowanan Jawi, Lajeng Bidhalan, Prang Ampyak, Adegan ing Nagari Giridhasar, Ambudhalaken Wadyabala, dan seterusnya.
Naskah terjemahan ini merupakan salah satu versi dari cerita Lapadoma yang ditulis dalam bentuk prosa lirik. Mengisahkan kasih tak sampai percintaan Lapadoma dengan Sangia, karena Lapadoma dibunuh oleh kakak Sangia
Buku ini menceritakan tentang telah dibuatnya Kitab Undang-Undang atau Kitab Peraturan-peraturan oleh Sri Paduka kangjeng Susuhunan Pakubuwana ke IV bersama dengan Uperhub, dengan tujuan agar prajurit-prajurit Kompeni tidak berbuat atau bertindak kurang menghormat kepada Keraton. Kemudian dijelaskan juga hukum-hukum atau peraturan-peraturan, nama-nama, atau sebutan-sebutan, pakaian, perlengkap…
Karya Sastra Cirebon ini berisi uraian perihal seluk beluk pengaturan persoalan orang-orang yang menghadapi sengketa dan/atau pengaduan. Jaksa tujuh ini mempunyai empat orang panitera, para sultan memiliki empat orang panitera, berarti setiap sultan mempunyai seorang panitera.
Nenek Allomo menurut pendapat orang tua dahulu merupakan sosok seorang wanita yang mula-mula menciptakan kebaikan (kemakmuran) dan menegakkan terus menerus kemuliaan Baginda Addaowang (gelar raja Sidenreng)dan tanah (Kerajaan) Sidenreng.
Buku ini berisi 2 cerita yang semuanya mengisahkan asal usul terjadinya gunung, yaitu Dolok Hela dan Tor Sibual-bual.
Berisi hal-hal yang berhubungan Penghulu di daerah Minangkabau. di antaranya tugas penghulu, larangan Penghulu,Tugas pokok penghulu dan lain sebagainya