Penelitian berhasil mengelompokkan cerita lisan Bugis menjadi 3 bagian yaitu cerita hiburan, cerita pendidikan, cerita asal mula, dan berhasil menerjemahkan 34 cerita.
Buku ini berisi hasil pupuan di lapangan yang nilainya kurang lebih sama dengan ukuran penginventarisasian sastra daerah. Isinya umumunya mengandung nasihat dan tuntunan hidup.
Makalah ini mengupas fungsi puisi Bugis-Makassar sebagai alat pendidikan.
Buku ini berisi 24 sastra bugis yang banyak mengandung nilai-nilai pendidikan, pencerminan masyarakat di mana cerita dituturkan, dan juga mengandung kelucuan dan keajaiban sebagai penghibur di kala risau.
Buku ini berisi terjemahan dan alihaksara dari 3 puisi dan 2 cerita yang menggunakan huruf lontar Bugis Makassar dan sebagian kecil huruf Arab, berbahasa Mandar dialek Pamboang dan Sendana. Isi naskah ini menyangkut masalah yang bernafaskan agama Islam (tasau). Dikisahkan dalam naskah ini bahwa “kail emas” yang merupakan pusaka kerajaan yang hilang. Suka duka dalam emnemukan kail emas yang …
Buku ini berisi kumpulan sastra bugis yang terdiri dari: 1. Inilah Sejarah Tanah Bone Beserta Raja-Raja di Bone Menurut Ceritera orang Tua-Tua. 2. Inilah Naskah Tentang Sejarah Wajo. 3. Inilah Naskah Perihal Mula Berdirinya Pammana serta Perjanjian Datu Pammana dengan Orang Pammana. dll.
Naskah terjemahan ini merupakan salah satu versi dari cerita Lapadoma yang ditulis dalam bentuk prosa lirik. Mengisahkan kasih tak sampai percintaan Lapadoma dengan Sangia, karena Lapadoma dibunuh oleh kakak Sangia
Nenek Allomo menurut pendapat orang tua dahulu merupakan sosok seorang wanita yang mula-mula menciptakan kebaikan (kemakmuran) dan menegakkan terus menerus kemuliaan Baginda Addaowang (gelar raja Sidenreng)dan tanah (Kerajaan) Sidenreng.
Kisah ini menceritakan tentang Kerajaan Gowa yang pernah berkuasa dan mengalami kejayaan di Sulawesi Selatan. Rajanya bernama Karaeng Tunisombaya yang berambisi untuk tetap berkuasa. Menurut ramalan, kelak Kerajaan Gowa akan dapat dihancurkan oleh seorang pemuda (saat ini masih dalam kandungan), Raja menjadi murka dan memerintahkan untuk membunuh semua perempuan yang sedang mengandung. Namun…
Tulisan ini bertujuan menggambarkan medan makna rasa mata dalam bahasa Bugis Bone sebagai satu bahasa daerah yang terdapat di Sulawesi Selatan. Ada 16 medan makna rasa mata yang mewakili empat kategori, yaitu rasa yang disebabkan oleh cahaya, rasa yang disebabkan oleh masuknya benda tertentu, rasa yang disebabkan oleh penyakit, dan rasa yang disebabkan oleh keadaan (mengantuk, marah, , menangis…