Naskah terjemahan ini merupakan salah satu versi dari cerita Lapadoma yang ditulis dalam bentuk prosa lirik. Mengisahkan kasih tak sampai percintaan Lapadoma dengan Sangia, karena Lapadoma dibunuh oleh kakak Sangia
Nenek Allomo menurut pendapat orang tua dahulu merupakan sosok seorang wanita yang mula-mula menciptakan kebaikan (kemakmuran) dan menegakkan terus menerus kemuliaan Baginda Addaowang (gelar raja Sidenreng)dan tanah (Kerajaan) Sidenreng.