Penelitian bertujuan mengungkapkan sistem morfologis bahasa Kolo, di Bali.
Membahas perbandingan morfem pembentuk nomina pada bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Pembahasan ini dibatasi pada kategori nomina polimorfemik yang dibentuk melalui proses pembubuhan afiks
Buku ini membahas mengenai sistem morfemis adjektiva bahasa Jawa dan sistem morfemis adjektiva bahasa Indonesia. dalam penelitian ini dilihat kesejajaran atau persamaan dan perbedaan sistem morfemis kedua bahasa itu. Adapun aspek khusus yang diteliti dalam memberikan persamaan dan perbedaan itu adalah aspek bentuk dan makna.
Dalam penelitian itu dideskripsikan beberapa hal, yaitu mengenai pendeskripsian akar kata yang bersifat ikonik, pendeskripsian akar kata yang bersifat ikonik yang dibentuk sebagai kata kompleks, dan pendeskripsian implikasi akar kata yang bersifat ikonik terhadap kamus Jawa-Jawa dan tata bahasa Jawa.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe-tipe makna struktural dan proses morfemis pembentuk dari konstruksi yang berdimensi arealis dalam bahasa jawa.
Menerangkan tentang morfem afiks.
Perbandingan Morfem _e Pada Kata dan Frasa Bahasa Jawa Dialek Tegal dengan Bahasa Jawa Baku
Medan makna aktifitas tangan dapat diklasifikasikan menjadi sembilan belas submedan, dengan memiliki makna tujuan.
Penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan status sebenarnya yang dimiliki oleh morfem {pe-}di dalam bahasa Indonesia. Penulis berhipotesis bahwa morfem {pe-} dapat berstatus sebagai prefiks yang hanya memiliki satu morfem dan dapat berstatus sebagai alomorf dari morfem prefiks lain, yaitu alomorf dari morfem prefiks {pe(N)-}. rnrn